Kali ini saya ingin berbagi resep untuk menu sarapan pagi di hari Minggu atau libur. Karena ada sisa nasi tadi malam, maka kita berkeinginan untuk memasak nasi goreng. Tapi apa daya, ternyata hanya ada kurang lebih 2 piring saja sedangkan jumlah anggota keluarga ada 4 orang. Mau masak nasi lagi kok nanggung ya, tapi kalau hanya ada tersisa 2 piring nasi kan tidak cukup. Eiit, jangan bingung, coba diperiksa apa ada persediaan 1 bungkus mie instant di lemari dapur. Yes ada, maka...masalah telah terpecahkan karena sekarang anda bisa memasak nasi goreng mie istimewa untuk 4 porsi.
Desember 28, 2009
Desember 23, 2009
Sayur Pucuk Labu ala Pulomas
My hubby meski orang Minang asli kelahiran Bukittinggi tidak ingin setiap kali dihidangkan sayur/gulai yang memakai santan untuk makan malamnya. Apalagi setelah memasuki usia 50 tahun ini, dia berusaha untuk selektif memilih bahan makanannya untuk menghindari berbagai penyakit yang biasa menyerang pria seusianya seperti jantung, stroke/darah tinggi, gula, kolesterol dan lain-lain.
Salah satunya dengan cara lebih banyak mengkonsumsi sayuran segar yang meski dimasak tetapi tidak terlalu lama dan tidak bersantan. Tapi yang namanya orang Minang tetap saja punya model sayur yang berbeda dengan sayur yang biasa dibuat di Jawa. Sayur Pucuk Daun Labu yang juga merupakan resep warisan asli daerah Sungai Puar, Bukittinggi, Sumbar merupakan salah satu sayur favorit my hubby.
November 25, 2009
Nasi Goreng....hmm...wuenaaak!
My hubby saat berangkat kantor berpesan jika hari ini lembur di kantor seperti hari kemarin karena ada 'project deadline'. Anak saya yang kedua Ari (kls XI-SMAN 68) siang tadi juga sms saya minta ijin untuk pulang terlambat karena ada tugas sekolah yang harus diselesaikan. Hal itu berarti mereka berdua makan malam di luar sehingga tinggal saya dan si bungsu Icha (kls 7-SMP Labs) yang makan malam dirumah.
Kalau sudah begini biasanya saya masak indomie goreng/rebus supaya praktis, ekonomis dan hemat waktu. Tapi..untuk malam ini timbul keinginan saya masak nasi goreng. Tadi pagi saya sendiri sudah masak mie rebus untuk sarapan dan Icha juga sudah makan Indomie goreng sesaat pulang sekolah.
Lho kok masak sendiri, apa tidak repot? Rasanya di berbagai sudut jalan banyak terdapat abang penjual nasi goreng. Ya, saya siap menanggung segala kerepotan tadi karena menurut saya nasi/mie goreng olahan penjual mie/nasi goreng di lingkungan saya sekarang jarang ada yang enak. Manalagi harganya perporsinya tidak murah yaitu sekitar Rp 10.000,- tergantung isi/lauk didalamnya. Dan terasa enggan untuk keluar saat udara dingin sehabis hujan semakin membuat saya bersemangat untuk memasak nasi goreng 'istimewa' tersebut.
Bagaimana caranya membuat nasi goreng yang enak? Saat ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena sekarang sudah banyak bumbu jadi yang dijual di supermarket jika tidak ingin repot membuat sendiri. Tapi dari pengalaman saya selama ini, jika ingin lezat bumbu itu kita variasikan lagi dengan kecap/saos sambal ABC untuk menambah rasa manis/pedas. Bumbu yang dibeli sebaiknya jenis yang basah yang sudah ada kandungan minyaknya. Dan sebelum bumbu dimasukkan sebaiknya ditumis/ditambahkan irisan bawang merah dan tambahan isi nasi goreng itu seperti sosis, telor, cornet, udang dan lain-lain tergantung selera yang memasak/memakannya.
Emang sih…yang paling enak itu kalau bumbunya lengkap dan beraneka variasi tambahan isi. trus yang paling utama harus seimbang porsi bumbu satu dengan yang lain biar ngga terasa terlalu asin, manis..atau pedas.....dan disajikan panas-panas wuihhhh,,....;))).
Lho kok masak sendiri, apa tidak repot? Rasanya di berbagai sudut jalan banyak terdapat abang penjual nasi goreng. Ya, saya siap menanggung segala kerepotan tadi karena menurut saya nasi/mie goreng olahan penjual mie/nasi goreng di lingkungan saya sekarang jarang ada yang enak. Manalagi harganya perporsinya tidak murah yaitu sekitar Rp 10.000,- tergantung isi/lauk didalamnya. Dan terasa enggan untuk keluar saat udara dingin sehabis hujan semakin membuat saya bersemangat untuk memasak nasi goreng 'istimewa' tersebut.
Bagaimana caranya membuat nasi goreng yang enak? Saat ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena sekarang sudah banyak bumbu jadi yang dijual di supermarket jika tidak ingin repot membuat sendiri. Tapi dari pengalaman saya selama ini, jika ingin lezat bumbu itu kita variasikan lagi dengan kecap/saos sambal ABC untuk menambah rasa manis/pedas. Bumbu yang dibeli sebaiknya jenis yang basah yang sudah ada kandungan minyaknya. Dan sebelum bumbu dimasukkan sebaiknya ditumis/ditambahkan irisan bawang merah dan tambahan isi nasi goreng itu seperti sosis, telor, cornet, udang dan lain-lain tergantung selera yang memasak/memakannya.
Emang sih…yang paling enak itu kalau bumbunya lengkap dan beraneka variasi tambahan isi. trus yang paling utama harus seimbang porsi bumbu satu dengan yang lain biar ngga terasa terlalu asin, manis..atau pedas.....dan disajikan panas-panas wuihhhh,,....;))).
November 22, 2009
Nikmatnya 'Katupek Gulai Paku' dan 'Gulai Rabuang' Buatan Sendiri
Karena weekend ini kami tidak berencana ke Bandung mengunjungi Abang Andi anak sulung kami yang kuliah di ITB, my hubby hari Sabtu pagi mengajak saya ke pasar tradisional untuk membeli beberapa bahan masakan tradisional 'Padang' untuk dimasak sendiri dirumah. Ya, kali ini my hubby inginkan saya untuk memasak 'katupek gulai nangka/paku' favoritnya.
My hubby adalah 'urang awak' yang lahir dan besar di Bukittinggi. Yang namanya orang Minang selera makan sulit sekali diubah, sehingga meski jauh merantau ke mana-mana yang dicari masakan Minang juga. Salah satu masakan favorit my hubby adalah 'katupek' atau lontong yang biasanya dengan sayur/gulai nangka or paku (pakis). Kalau gulai nangka biasanya ada tambahan tulang sop/daging/iga, sedangkan gulai paku dengan udang didalamnya supaya lebih gurih, namun ini tergantung selera pembuatnya.
Sebenarnya di pasar Tradisional Kampung Ambon Jakarta dimana kami biasa berbelanja hari Sabtu/Minggu, ada yang menjual katupek gulai nangka/paku. Namun entah mengapa, my hubby lebih suka saya membuatkan untuknya karena alasannya gulai nangka/pakis buatan istrinya lebih maknyuss...dan wueenak...(Ge-er!). Jujur bukan muji diri sendiri, sayapun mengamininya, karena bagaimana tidak untuk membuatnya saya selalu mencari bahan yang terbaik tanpa memikirkan biaya ekonomisnya. Saya sangat royal dengan udang dan bumbu penunjangnya supaya lezat. Tapi mengingat saya tidak memakai jasa PRT dirumah yang terbayang segala kerepotannya. Namun untuk sesekali membuatnya saya tidak berkeberatan karena bagaimanapun menyenangkan hati my hubby berpahala dan cinta itu terkadang hadir dari perut....lalu turun ke hati...(woi...mesraaanya!).
Ternyata hari itu banyak paku/pakis yang dijual di abang sayur langganan. Saya dan my hubby akhirnya memutuskan untuk membuat 'katupek gulai paku'. Selain itu my hubby meminta saya membuatkan pula 'gulai rabuang' (rebung, pucuk bambu muda) karena dilihatnya bahan rebung dalam kondisi yang bagus dan menggiurkan.
Jika bahan gulai nangka (nangka muda) mudah didapat setiap hari, tidak demikian adanya dengan pakis/paku. Hanya pada hari tertentu saja ada dan itupun jumlahnya tidak banyak. Hal ini karena pakis atau paku adalah aslinya tumbuhan liar yang hidup di hutan, yang sekarang sudah bisa dibudidayakan meski dalam jumlah yang terbatas. Dan yang suka menggulainya hanya orang Minang. Bentuk pakis/paku batangnya melengkung di ujung dan daunnya kecil-kecil. Paling enak pakis ini digulai hijau. Warna hijau pada gulainya ditimbulkan oleh zat klorofil pada daun dan batang pakis. Rasa gulainya sepet-sepet asem pedas. Sayur pakis dimasak dengan santan yang sudah dibubuhi bumbu dasar (bawang merah, lengkuas, jahe, sedikit kunyit, sereh). Rasa pedas diperoleh dengan menambahkan cabe hijau, sedangkan rasa asem diperoleh dengan memasukkan asam kandis. Asam kandis adalah asam khas Sumatera, yang biasanya dijual di pedagang bumbu dari Padang. Supaya enak ke dalam gulai paku dimasukkan udang berukuran kecil secukupnya untuk menambah aroma.
'Gulai rabuang' adalah salah satu makanan tradisional dari daerah Minang pula. Sebenarnya, rebung diambil dari akar bambu hijau yang muda. Warnanya putih kekuning-kuningan. Sebelum dimasak/digulai, pucuk bambu muda ini harus dipotong-potong dulu dan direbus lama supaya lunak/mudah digulai serta menghilangkan getah/bau bambu. Saat ini biasanya sudah dijual dalam keadaaan setengah jadi yang kemudian kita olah lagi dengan beberapa bahan seperti santan kelapa, bawang merah/putih, sereh/kunyit, garam, rebung, daun salam dan lain-lain.
Sampai dirumah, saya dan my hubby dengan bercanda ria bergotong royong memasak 2 masakan tradisonal Minang itu. Hasilnya seperti apa, nah anda bisa lihat seperti foto di atas. Yang pasti..maknyuuussss....wueeeenak tenan..:))))))))))
Langganan:
Postingan (Atom)