Setelah beberapa kali menulis tentang masakan, maka saya mulai mencoba menuliskan resep beberapa masakan rumah yang sering dibuat untuk keluarga tercinta. Karena orangtua berasal dari Minangkabau (Sumbar) serta my hubby lahir dan besar di Bukittinggi (meski kuliah di Bandung) hampir 75% masakan kami terinspirasi dari resep asli (warisan turun temurun) yang dimiliki oleh keluarga saya dan my hubby. Namun karena saya sedari lahir sampai SMA di Surabaya dan anak-anak semua lahir di Jakarta, kami memodifikasi resep tersebut disesuaikan dengan selera keluarga kecil saya. Adanya kondisi hidup di kota Jakarta yang tidak lepas dari berbagai kesibukan dan tuntutan sosial, maka masakan yang dibuat cenderung sederhana dan mudah diolah dalam waktu yang singkat pula.
September 29, 2010
Sambal Goreng Jambal Hijau Pete ala Pulomas
Setelah beberapa kali menulis tentang masakan, maka saya mulai mencoba menuliskan resep beberapa masakan rumah yang sering dibuat untuk keluarga tercinta. Karena orangtua berasal dari Minangkabau (Sumbar) serta my hubby lahir dan besar di Bukittinggi (meski kuliah di Bandung) hampir 75% masakan kami terinspirasi dari resep asli (warisan turun temurun) yang dimiliki oleh keluarga saya dan my hubby. Namun karena saya sedari lahir sampai SMA di Surabaya dan anak-anak semua lahir di Jakarta, kami memodifikasi resep tersebut disesuaikan dengan selera keluarga kecil saya. Adanya kondisi hidup di kota Jakarta yang tidak lepas dari berbagai kesibukan dan tuntutan sosial, maka masakan yang dibuat cenderung sederhana dan mudah diolah dalam waktu yang singkat pula.
Dendeng Balado Jo Taruang
Dendeng balado adalah masakan yang sangat disukai di mayoritas keluarga minang. Jenis dendeng yang dibuatpun versi/cara pembuatan yang bermacam-macam dari yang model tipis kering/garing sampai dengan model tebal atau yang biasa disebut dendeng batokok. Tiap daerah/kampung/wilayah'golongan bahkan juga keluarga mempunyai model dendeng yang beraneka ragam tergantung kreatifitas yang ada.
Nah..., dendeng yang saya buat kali ini sebenarnya resepnya dasarnya diperoleh dari ibu mintuo (mertua) saya tercinta Hj Bahnidar, tapi seperti biasanya saya yang maunya masak serba praktis dan gampang suka gak mau refot. Makanya saya suka sekali kotak-katik resep cari cara termudah...dan jadilah akhirnya resep ini.
Welcome to My Home Made Cooking Recipes...
Sejak 2 tahun yang lalu saya tidak lagi memakai PRT dirumah. Mengapa? Ya, karena saat itu saya sudah jengkel sekali dan merasa dipermainkan oleh yang namanya PRT itu. Bagaimana tidak, lah wong pembantu saya yang 2 orang itu setahun terakhir bergantian pulang kampung tiap 2 bulan sekali. Belum lagi yang pergi keluar menginap di rumah temannya setiap minggu. Ditambah lagi setiap malam minggu berbondong-bondong teman lelaki mereka datang ke rumah. Ngakunya sih sodaralah, kakaklah, ponakanlah dan apa saja yang bikin saya menahan hati tidak bisa protes. Sudah begitu kerja semaunya saja. Rumah dibersihkan seadanya, cucian menumpuk dan kalau memasak dapurnya berantakan/kotor. Penderitaan saya bertambah lengkap dengan tidak adanya kabar berita secuilpun dari mereka sebulan setelah lebaran berakhir. Eeeh...dengar-dengar yang 1 orang ternyata mau menikah di kampung dan tidak membolehkan rekan juniornya balik kalau tidak bersama dia. Saking kesalnya akhirnya saya memutuskan tidak menerima mereka kembali daripada berharap sesuatu yang tidak pasti. Meski hati ini was-was juga apa saya bisa mengurus rumah dan keluarga dengan baik tanpa PRT.
Langganan:
Postingan (Atom)